Berita

Menteri ESDM Bahlil Siapkan Intensif Program Konversi Motor Bensin jadi Listrik

4

Menteri ESDM Bahlil Siapkan Intensif Program Konversi Motor Bensin jadi Listrik

Jakarta, 13 Maret 2026 – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan kesiapan pemerintah dalam menyiapkan program intensif konversi sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya percepatan transisi energi bersih dan mendukung target netral karbon Indonesia pada 2060.

Menurut Bahlil, pemerintah menargetkan ribuan motor konversi di seluruh Indonesia dapat direalisasikan dalam waktu dekat melalui kerja sama dengan industri otomotif, perguruan tinggi, dan pihak swasta. “Program ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga soal efisiensi energi dan peningkatan ekonomi lokal,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (13/3/2026).

Fokus Program Konversi Motor Listrik

Program konversi ini meliputi beberapa strategi utama:

  1. Insentif Finansial – Pemerintah menyiapkan skema subsidi untuk masyarakat yang ingin mengubah motor bensin menjadi motor listrik. Subsidi ini bertujuan menekan biaya konversi agar lebih terjangkau.
  2. Dukungan Industri Lokal – Kerja sama dengan industri otomotif nasional untuk produksi motor listrik dan komponen baterai lokal. Langkah ini sekaligus membuka lapangan kerja baru.
  3. Standarisasi Teknologi – Pemerintah akan memastikan standar keselamatan dan performa motor listrik agar setara dengan kendaraan bermotor konvensional.
  4. Sosialisasi dan Edukasi – Kampanye edukasi ke masyarakat mengenai keuntungan motor listrik, termasuk hemat bahan bakar, ramah lingkungan, dan perawatan yang lebih sederhana.

Bahlil menekankan bahwa konversi motor listrik bukan hanya tren, tetapi bagian dari strategi nasional untuk mengurangi emisi karbon transportasi. “Motor listrik adalah masa depan mobilitas perkotaan Indonesia,” kata Bahlil.

Dampak Positif Konversi Motor Listrik

  • Lingkungan: Mengurangi emisi karbon hingga 50-70% per motor yang dikonversi.
  • Ekonomi: Mendorong industri baterai dan teknologi listrik dalam negeri, menciptakan lapangan kerja baru.
  • Masyarakat: Biaya operasional lebih rendah dibanding motor bensin, meningkatkan efisiensi transportasi pribadi.
Exit mobile version