Berita

Napi “Masuk” Dapur MBG Tangerang, Ini Seleksi Ketat yang Harus Dilewati

32

Napi Dilibatkan di Dapur MBG Tangerang, Lewati Seleksi Berlapis

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tangerang menghadirkan pendekatan berbeda dengan melibatkan narapidana (napi) dalam operasional dapur. Kebijakan ini menjadi sorotan publik, namun pihak terkait menegaskan bahwa hanya napi terpilih yang dapat ikut serta setelah melewati proses seleksi ketat.

Langkah ini tidak hanya bertujuan mendukung operasional program, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan dan reintegrasi sosial bagi warga binaan.

Seleksi Ketat Jadi Syarat Utama

Tidak semua napi dapat terlibat dalam dapur MBG. Ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi, antara lain:

  • Berkelakuan baik selama masa pembinaan
  • Tidak memiliki riwayat pelanggaran disiplin berat
  • Lulus asesmen keamanan dari petugas
  • Mendapat rekomendasi dari pihak lapas
  • Mengikuti pelatihan dasar pengolahan makanan

Proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa keterlibatan napi tidak menimbulkan risiko, baik dari sisi keamanan maupun kualitas makanan.

Fokus pada Pembinaan dan Keterampilan

Keterlibatan napi dalam dapur MBG juga bertujuan memberikan keterampilan praktis yang dapat digunakan setelah bebas nanti. Mereka dibekali pelatihan dasar seperti:

  • Higienitas makanan
  • Teknik memasak skala besar
  • Manajemen dapur sederhana

Program ini diharapkan dapat membantu mengurangi angka residivisme dengan membuka peluang kerja bagi mantan napi di sektor kuliner.

Jaminan Keamanan dan Standar Kualitas

Pihak penyelenggara memastikan bahwa pengawasan dilakukan secara ketat selama proses produksi makanan. Petugas lapas dan tenaga profesional tetap mengawasi setiap tahapan, mulai dari pengolahan hingga distribusi.

Selain itu, standar keamanan pangan juga diterapkan secara disiplin untuk menjaga kualitas makanan yang dikonsumsi masyarakat, khususnya penerima manfaat program MBG.

Respons Publik dan Transparansi

Kebijakan ini menuai beragam respons dari masyarakat. Sebagian mendukung karena dinilai memberikan kesempatan kedua bagi napi, sementara lainnya menyoroti aspek keamanan.

Untuk itu, transparansi menjadi kunci utama. Pemerintah dan pihak terkait berkomitmen memberikan informasi terbuka terkait proses seleksi, pengawasan, serta standar operasional yang diterapkan.

Kesimpulan

Pelibatan napi dalam dapur MBG di Tangerang bukan dilakukan tanpa pertimbangan. Seleksi ketat dan pengawasan berlapis menjadi fondasi utama untuk memastikan program tetap berjalan aman, berkualitas, dan memberikan manfaat sosial yang lebih luas.

Exit mobile version