Berita

Ungkap Insiden Impor Minyak dari Singapura, Bahlil: Barang Sekarang Susah

13
×

Ungkap Insiden Impor Minyak dari Singapura, Bahlil: Barang Sekarang Susah

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap adanya insiden dalam proses impor minyak dari Singapura yang sempat membuat dua kargo minyak pesanan Indonesia hampir gagal masuk ke Tanah Air.

Peristiwa tersebut terjadi ketika pemerintah melalui Pertamina telah membeli minyak melalui proses tender internasional. Namun secara tiba-tiba pihak penjual meminta agar dua kargo minyak yang sedang menuju Indonesia untuk diputar balik.

Bahlil menjelaskan bahwa kedua kapal tersebut bahkan sudah memasuki perairan Indonesia sebelum akhirnya diminta kembali oleh pihak penjual.

“Beberapa hari lalu kita sudah membeli minyak dari Singapura, sudah berangkat, bahkan sudah masuk laut Indonesia, kemudian disuruh kembali lagi dua kargo,” kata Bahlil dalam rapat kabinet di Jakarta.

Pasar Minyak Dunia Sedang Tidak Normal

Menurut Bahlil, kejadian tersebut mencerminkan kondisi pasar energi global yang sedang tidak stabil. Ia menilai mekanisme perdagangan minyak saat ini tidak lagi berjalan seperti biasanya karena ketatnya pasokan dan tingginya persaingan pembeli di pasar internasional.

Ia bahkan menyebut hukum ekonomi normal saat ini tidak sepenuhnya berlaku dalam perdagangan minyak dunia.

“Sekarang perekonomian untuk urusan minyak ini hukum normalnya sudah tidak berlaku. Karena siapa ada cuan, dia beli. Barang sekarang susah,” ujarnya.

Kelangkaan pasokan membuat para penjual cenderung mengalihkan pengiriman kepada negara atau pihak yang berani menawarkan harga lebih tinggi.

Pemerintah Ajukan Protes

Menanggapi kejadian tersebut, pemerintah Indonesia langsung melakukan komunikasi dengan Pertamina untuk menyampaikan komplain kepada pihak penjual. Pemerintah juga menegaskan akan mengambil langkah hukum jika pengiriman minyak tersebut benar-benar dibatalkan.

Setelah proses komunikasi dilakukan, pihak penjual akhirnya bersedia mengirim kembali dua kargo minyak tersebut ke Indonesia.

Bahlil menyatakan pengiriman ulang dijadwalkan kembali pada pertengahan Maret 2026.

“Kalau tidak, kita gugat. Tapi kelihatannya setelah kita komunikasikan mereka bersedia mengirim kembali,” kata Bahlil.

Pasokan BBM Jelang Lebaran Dipastikan Aman

Meski sempat terjadi insiden dalam proses impor minyak, pemerintah memastikan kondisi pasokan energi nasional masih aman.

Bahlil menegaskan cadangan berbagai jenis bahan bakar minyak (BBM) masih berada di atas batas minimum nasional, termasuk bensin, solar, hingga avtur. Pemerintah juga memastikan kebutuhan energi masyarakat menjelang momentum Lebaran tetap terjaga.

Indonesia sendiri masih mengimpor sebagian kebutuhan BBM dari beberapa negara, termasuk Singapura dan Malaysia, terutama untuk produk bensin yang belum sepenuhnya diproduksi oleh kilang dalam negeri.

Ke depan, pemerintah menargetkan pengurangan impor produk BBM dengan meningkatkan kapasitas pengolahan kilang domestik sehingga Indonesia lebih banyak mengimpor minyak mentah untuk diolah di dalam negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *