Pemerintah Iran resmi menutup seluruh sekolah secara nasional menyusul dampak perang dengan Amerika Serikat dan Israel yang terus memicu ketidakstabilan keamanan.
Kementerian Pendidikan Iran menyatakan bahwa tidak ada kegiatan belajar tatap muka hingga waktu yang belum ditentukan. Sebagai gantinya, proses pembelajaran dialihkan ke sistem daring dan siaran televisi nasional.
Ratusan Sekolah Hancur dan Rusak
Penutupan ini terjadi di tengah kerusakan besar pada infrastruktur pendidikan. Pemerintah Iran mengungkapkan bahwa lebih dari 600 hingga 640 bangunan sekolah mengalami kerusakan akibat serangan udara sejak akhir Februari 2026.
Bahkan, laporan pejabat Iran menyebutkan:
- Lebih dari 1.000 siswa dan guru tewas atau terluka
- Sejumlah sekolah menjadi target langsung serangan
- Infrastruktur pendidikan terdampak di banyak provinsi
Selain itu, laporan lain menunjukkan kerusakan tidak hanya terjadi pada sekolah, tetapi juga rumah sakit, perumahan, hingga fasilitas umum lainnya.
Sekolah Tutup, Siswa Beralih ke Online
Dengan situasi keamanan yang belum stabil, seluruh kegiatan pendidikan dipindahkan ke sistem jarak jauh.
Namun, kebijakan ini menimbulkan tantangan besar:
- Keterbatasan akses internet di beberapa wilayah
- Gangguan psikologis akibat perang
- Penurunan kualitas pembelajaran
Banyak keluarga juga terpaksa mengungsi, membuat proses pendidikan semakin sulit dijalankan secara normal.
Dampak Kemanusiaan Meluas
Perang yang melibatkan AS dan Israel sejak Februari 2026 telah menyebabkan dampak luas di Iran, termasuk pada sektor pendidikan.
Selain korban jiwa, kerusakan bangunan sekolah memperburuk kondisi generasi muda yang kehilangan akses pendidikan secara langsung.
Laporan internasional juga menunjukkan bahwa penutupan sekolah berlangsung dalam skala nasional dan belum ada kepastian kapan akan dibuka kembali.
Analisis: Generasi yang Terancam Hilang?
Situasi ini memunculkan kekhawatiran serius terhadap masa depan pendidikan di Iran:
1. Krisis Pendidikan Nasional
Penutupan total sekolah berpotensi menciptakan “lost generation” akibat gangguan pendidikan jangka panjang.
2. Target Infrastruktur Sipil
Kerusakan sekolah memperlihatkan bahwa fasilitas sipil ikut terdampak dalam konflik modern, memicu perdebatan soal hukum humaniter internasional.
3. Dampak Jangka Panjang
Gangguan pendidikan dapat berdampak pada ekonomi, stabilitas sosial, dan kualitas sumber daya manusia Iran dalam jangka panjang.
Kesimpulan
Penutupan seluruh sekolah di Iran menjadi bukti nyata dampak luas perang terhadap kehidupan sipil. Kerusakan ratusan bangunan pendidikan dan korban di kalangan siswa serta guru mempertegas bahwa konflik ini tidak hanya soal militer, tetapi juga masa depan generasi.
Selama situasi keamanan belum stabil, pendidikan di Iran diperkirakan akan terus berada dalam kondisi darurat.
