Insiden tak biasa terjadi di dunia penerbangan Amerika Serikat. Dua pilot terdengar saling bersahut-sahutan menirukan suara kucing dan anjing melalui frekuensi komunikasi Air Traffic Control (ATC), hingga mendapat teguran keras dari petugas pengatur lalu lintas udara.
Pilot Terdengar “Meong” dan “Guk-guk” di Frekuensi ATC
Peristiwa ini terjadi di Bandara Nasional Ronald Reagan, Washington DC, pada 12 April 2026. Rekaman komunikasi yang beredar menunjukkan salah satu pilot mengeluarkan suara “meong”, yang kemudian dibalas pilot lain dengan suara “guk-guk”.
Aksi tersebut terjadi di frekuensi resmi ATC, yang seharusnya digunakan untuk komunikasi penting terkait keselamatan penerbangan.
ATC Tegur Keras: “Bersikap Profesional!”
Kelakuan tidak biasa itu langsung mendapat teguran dari pihak ATC. Petugas yang berada di frekuensi yang sama meminta para pilot untuk bersikap profesional saat berkomunikasi.
Namun, alih-alih berhenti, suara “meong” dan “guk-guk” justru kembali terdengar, membuat situasi semakin tidak serius di tengah komunikasi penting penerbangan.
FAA Turun Tangan Selidiki Insiden
Otoritas penerbangan Amerika Serikat, Federal Aviation Administration (FAA), langsung turun tangan menyelidiki insiden ini.
FAA menegaskan bahwa pilot dilarang melakukan percakapan tidak penting, terutama saat berada di bawah ketinggian 10.000 kaki. Komunikasi harus fokus pada keselamatan dan operasional penerbangan.
Pelanggaran terhadap aturan ini bisa berujung pada sanksi serius bagi pilot yang terlibat.
Perdebatan di Dunia Penerbangan
Insiden ini memicu perdebatan di kalangan praktisi penerbangan.
Sebagian pihak menilai frekuensi ATC adalah jalur komunikasi krusial yang harus dijaga profesionalismenya. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa sedikit humor bisa membantu mengurangi tekanan kerja pilot.
Meski begitu, banyak yang sepakat bahwa tindakan tersebut tetap tidak pantas dilakukan di jalur komunikasi resmi.
Kesimpulan
Kasus pilot “meong” dan “guk-guk” ini menjadi pengingat penting bahwa disiplin komunikasi dalam dunia penerbangan tidak bisa dianggap remeh. Di tengah tingginya risiko keselamatan, setiap percakapan di frekuensi ATC harus tetap profesional dan relevan.











