Teknologi & Inovasi

Pecah Rekor! Astronaut Artemis II Lampaui Apollo 13, Terjauh dari Bumi

29

Misi Artemis II mencatat sejarah baru dalam penjelajahan antariksa. Empat astronaut yang berada di dalam kapsul Orion resmi menjadi manusia yang terbang paling jauh dari Bumi, memecahkan rekor yang selama lebih dari setengah abad dipegang oleh kru Apollo 13.

Menurut laporan Reuters dan pembaruan resmi misi NASA, rekor itu terpecahkan saat Artemis II mencapai jarak sekitar 252.755 hingga 252.756 mil dari Bumi pada fase terjauh lintasannya di sekitar Bulan. Sebagai pembanding, rekor lama yang dicatat Apollo 13 pada 1970 berada di kisaran 248.655 mil dari Bumi. Selisihnya sekitar 4.000 mil lebih jauh.

Pencapaian ini membuat Artemis II tidak hanya menjadi misi pulang-pergi ke sekitar Bulan pertama dengan awak dalam lebih dari 50 tahun, tetapi juga tonggak penting bagi ambisi baru manusia untuk kembali menjelajahi ruang angkasa dalam skala besar.

Momen Bersejarah Saat Artemis II Lampaui Apollo 13

Rekor itu pecah ketika pesawat ruang angkasa Orion membawa kru Artemis II melintasi lintasan jauh di belakang Bulan sebelum berbelok kembali menuju Bumi. Jalur ini dikenal sebagai free-return trajectory, yakni lintasan yang memanfaatkan gravitasi Bulan untuk membantu mengarahkan pesawat kembali ke Bumi.

Dalam fase itulah kru Artemis II melampaui pencapaian legendaris Apollo 13—misi yang pada 1970 justru terkenal karena nyaris berakhir tragis setelah mengalami ledakan tangki oksigen di perjalanan menuju Bulan. Meski Apollo 13 gagal mendarat di Bulan, lintasannya kala itu membawa para astronaut menjadi manusia terjauh dari Bumi selama puluhan tahun. Kini, rekor itu resmi berpindah tangan ke generasi baru penjelajah antariksa.

Siapa Saja Kru Artemis II?

Misi Artemis II membawa empat astronaut, yakni:

  • Reid Wiseman
  • Victor Glover
  • Christina Koch
  • Jeremy Hansen

Mereka adalah kru pertama program Artemis yang melakukan perjalanan awak mengitari Bulan, sekaligus wajah baru dari upaya NASA dan mitra internasional untuk membuka kembali era eksplorasi Bulan. Jeremy Hansen dari Canadian Space Agency juga mencatat sejarah sebagai salah satu astronaut non-Amerika yang ikut dalam misi manusia ke sekitar Bulan.

Selain memecahkan rekor, misi ini juga punya nilai simbolik tinggi karena menandai kembalinya perjalanan manusia ke ruang cislunar—wilayah antariksa antara Bumi dan Bulan—setelah vakum sangat panjang sejak era Apollo.

Seberapa Jauh Artemis II dari Bumi?

Secara resmi, angka yang banyak dirujuk media dan pembaruan misi menyebut Artemis II mencapai sekitar 252.755–252.760 mil dari Bumi, atau kira-kira 406 ribu hingga 407 ribu kilometer. Jarak ini membuat para astronaut berada lebih jauh dari rumah dibanding manusia mana pun dalam sejarah.

Yang menarik, rekor ini tidak semata-mata berarti Artemis II “lebih jauh dari Bulan” dibanding semua misi Apollo, tetapi lebih tepat dipahami sebagai momen ketika posisi pesawat terhadap Bumi berada pada titik paling jauh. Hal ini sangat dipengaruhi oleh kombinasi lintasan pesawat, posisi Bulan dalam orbitnya, dan waktu flyby yang sangat presisi. Bahkan sebelum misi berlangsung, NASA sudah menyebut Artemis II berpotensi memecahkan rekor itu tergantung hari dan waktu peluncuran.

Kenapa Rekor Ini Sangat Penting?

Bagi publik, rekor ini memang terdengar spektakuler. Namun bagi dunia antariksa, nilainya jauh lebih besar dari sekadar angka.

Artemis II adalah uji terbang manusia untuk memastikan kapsul Orion, sistem navigasi, komunikasi, keselamatan awak, dan lintasan pulang-pergi ke sekitar Bulan benar-benar siap digunakan untuk misi berikutnya. Dengan kata lain, pencapaian “terjauh dari Bumi” ini menjadi bagian dari pembuktian bahwa manusia bisa kembali menjalankan misi ruang angkasa jauh dengan teknologi generasi baru.

Misi ini juga membuka jalan menuju target besar program Artemis: mengirim manusia kembali mendarat di Bulan pada misi-misi selanjutnya, sekaligus membangun fondasi untuk eksplorasi yang lebih jauh, termasuk ke Mars.

Apa yang Dilakukan Kru Saat di Titik Terjauh?

Saat mendekati sisi jauh Bulan, kru Artemis II tidak hanya “melintas” untuk memecahkan rekor. Mereka juga melakukan observasi visual, pengambilan gambar, serta memantau fitur-fitur permukaan Bulan yang jarang dilihat manusia secara langsung dari sudut pandang seperti itu. Reuters melaporkan kru juga sempat mengusulkan nama informal untuk beberapa kawah yang mereka amati.

Pada fase tertentu, kapsul Orion juga mengalami blackout komunikasi singkat saat berada di belakang Bulan—fenomena yang memang sudah diperkirakan dalam lintasan seperti ini. Momen itu menjadi salah satu bagian paling dramatis dari misi karena kru benar-benar berada di sisi Bulan yang tidak bisa berkomunikasi langsung dengan Bumi selama beberapa waktu.

Artemis II dan Kembalinya Era Baru Penjelajahan Bulan

Bagi NASA, pencapaian Artemis II lebih dari sekadar rekor. Ini adalah simbol bahwa eksplorasi manusia ke luar orbit rendah Bumi benar-benar kembali berjalan. Setelah puluhan tahun dominasi misi di orbit rendah dan Stasiun Luar Angkasa Internasional, Artemis II membawa manusia kembali ke lintasan yang pernah menjadi panggung paling ikonik dalam sejarah sains dan teknologi.

Tidak sedikit publik dan komunitas penggemar antariksa di internet yang menyambut momen ini dengan antusias. Di Reddit, banyak pengguna menyebut momen rekor Artemis II sebagai salah satu pencapaian manusia paling emosional dalam beberapa tahun terakhir, karena untuk pertama kalinya dalam generasi modern, ada manusia yang benar-benar berada lebih jauh dari Bumi daripada semua orang sebelumnya.

Kesimpulan

Artemis II resmi menorehkan sejarah dengan membawa empat astronaut menjadi manusia terjauh dari Bumi, melampaui rekor legendaris Apollo 13 yang bertahan sejak 1970. Pencapaian ini bukan sekadar simbolik, melainkan bukti bahwa era baru eksplorasi Bulan benar-benar telah dimulai.

Dengan kapsul Orion yang berhasil menjalani fase kritis misi dan kru yang sukses melewati lintasan jauh di sekitar Bulan, dunia kini menatap langkah berikutnya: kembalinya manusia ke permukaan Bulan dalam rangkaian misi Artemis selanjutnya. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, rekor Artemis II ini bisa menjadi awal dari babak baru perjalanan manusia menuju ruang angkasa yang lebih jauh lagi.

Exit mobile version