InternasionalPolitik

Mojtaba Khamenei Dipilih Menjadi Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru

16

Penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran memicu perhatian dunia dan berpotensi meningkatkan ketegangan geopolitik, terutama setelah kritik keras dari Donald Trump dan peringatan dari Israel

mojtaba khamenei
mojtaba khamenei

telkomtelstra.co.idMedan  Mojtaba Khamenei, putra dari pemimpin tertinggi Iran sebelumnya Ayatollah Ali Khamenei, resmi dipilih sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru. Keputusan tersebut diumumkan setelah wafatnya Ali Khamenei dalam serangan Amerika Serikat pada 28 Februari lalu.

Penunjukan Mojtaba diperkirakan dapat memicu ketegangan baru di kawasan, terutama karena mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa sosok Mojtaba Khamenei bukanlah pilihan yang dapat diterima.

Menurut laporan media internasional, badan ulama Iran yang memiliki kewenangan menentukan pemimpin tertinggi negara mengumumkan keputusan tersebut pada Minggu, 8 Maret 2026.

Mojtaba Khamenei diketahui merupakan putra kedua Ayatollah Ali Khamenei. Ia kini akan mengisi posisi pemimpin tertinggi Iran yang sebelumnya dipegang ayahnya selama puluhan tahun.

Penunjukan ini juga menjadi peristiwa yang cukup bersejarah. Untuk pertama kalinya sejak Revolusi Islam Iran tahun 1979, posisi pemimpin tertinggi berpindah langsung dari ayah kepada anak. Situasi tersebut diperkirakan akan memicu perdebatan di dalam negeri Iran mengenai kemungkinan munculnya pola kepemimpinan yang menyerupai sistem dinasti, sesuatu yang sebelumnya ingin dihapuskan setelah jatuhnya kekuasaan Shah Iran.

Ayatollah Ali Khamenei sendiri memimpin Iran selama sekitar 37 tahun sebelum meninggal dunia. Selama masa kepemimpinannya, ia menjadi tokoh paling berpengaruh dalam sistem politik Iran.

Sementara itu, Donald Trump menyampaikan kritik keras terhadap kemungkinan Mojtaba Khamenei menjadi pemimpin Iran. Ia bahkan menyatakan bahwa pemimpin baru Iran tersebut tidak akan bertahan lama jika tidak mendapat persetujuan dari Washington.

Trump juga menegaskan bahwa Amerika Serikat seharusnya memiliki pengaruh dalam menentukan arah politik Iran di masa depan.

Di sisi lain, militer Israel turut memberikan pernyataan melalui unggahan berbahasa Persia di platform X. Dalam pernyataan tersebut disebutkan bahwa Israel akan terus mengejar pihak mana pun yang dianggap berupaya menunjuk penerus Ali Khamenei.

Exit mobile version