InternasionalUncategorized

Iran Bantah Nego dengan AS, Sebut Trump Akal-akalan Tekan Harga Energi

12

dilontarkan Donald Trump dibantah keras oleh Teheran. Iran menegaskan tidak ada pembicaraan langsung dengan Washington dan menyebut pernyataan tersebut sebagai “akal-akalan” untuk memengaruhi pasar energi global.

Pernyataan ini muncul di tengah gejolak harga minyak dunia yang sangat sensitif terhadap konflik di kawasan Timur Tengah.

Pemerintah Iran secara tegas membantah klaim adanya negosiasi dengan Amerika Serikat. Ketua parlemen Iran bahkan menyebut pernyataan Trump sebagai “fake news” yang bertujuan memanipulasi persepsi publik dan pasar global.

Sebelumnya, Trump mengklaim telah terjadi “pembicaraan yang sangat baik dan produktif” dengan pihak Iran, yang membuatnya menunda rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran.

Namun, otoritas Iran menegaskan tidak ada kontak langsung, meskipun diakui ada komunikasi tidak langsung melalui pihak ketiga seperti negara-negara Timur Tengah.

Diduga untuk Tekan Harga Minyak

Iran menilai klaim negosiasi tersebut bukan sekadar pernyataan politik, melainkan bagian dari strategi untuk menekan harga energi global.

Langkah Trump yang mengumumkan adanya pembicaraan langsung terbukti langsung berdampak pada pasar, di mana harga minyak dunia sempat turun dan pasar saham menguat.

Dalam konteks ini, pejabat Iran menuding bahwa narasi negosiasi sengaja digunakan untuk menciptakan sentimen positif di pasar energi, terutama ketika harga minyak sedang tinggi akibat konflik di kawasan.

Konflik Picu Ketidakpastian Energi Global

Ketegangan antara kedua negara meningkat sejak konflik militer pada akhir Februari 2026 yang juga melibatkan sekutu masing-masing. Salah satu dampak paling signifikan adalah gangguan di Selat Hormuz—jalur vital yang dilalui sekitar 30 persen pasokan minyak global.

Gangguan di jalur ini menyebabkan lonjakan harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran krisis energi global.

Di sisi lain, Trump juga sebelumnya menyatakan bahwa harga minyak akan turun jika konflik mereda, memperkuat dugaan bahwa isu energi menjadi bagian penting dalam strategi komunikasinya.

Diplomasi Bayangan Masih Terbuka

Meski Iran membantah adanya negosiasi langsung, sejumlah laporan menyebut komunikasi tidak langsung tetap berlangsung melalui mediator seperti negara Teluk, Pakistan, dan Mesir.

Hal ini menunjukkan bahwa jalur diplomasi masih terbuka, meskipun kedua pihak belum mengakui adanya perundingan resmi.

Kesimpulan

Penolakan Iran atas klaim negosiasi dengan AS memperlihatkan kompleksitas konflik geopolitik yang tidak hanya berdampak pada stabilitas kawasan, tetapi juga pasar energi global.

Tuduhan bahwa pernyataan Trump merupakan strategi untuk menekan harga minyak menambah dimensi baru dalam konflik ini—di mana perang narasi sama pentingnya dengan konflik di lapangan.

Ke depan, arah hubungan Iran-AS akan sangat menentukan pergerakan harga energi dunia serta stabilitas ekonomi global.

Exit mobile version