Uncategorized

7 Fakta Kecelakaan Beruntun 10 Kendaraan di Tol Cipularang yang Menyebabkan Korban Jiwa

7
×

7 Fakta Kecelakaan Beruntun 10 Kendaraan di Tol Cipularang yang Menyebabkan Korban Jiwa

Sebarkan artikel ini

Kecelakaan beruntun yang melibatkan 10 kendaraan di Km 93 Tol Cipularang arah Jakarta menewaskan dua orang serta menyebabkan kemacetan hingga 3 kilometer akibat proses evakuasi kendaraan.

7 Fakta Kecelakaan Beruntun 10 Kendaraan di Tol Cipularang yang Menyebabkan Korban Jiwa
7 Fakta Kecelakaan Beruntun 10 Kendaraan di Tol Cipularang yang Menyebabkan Korban Jiwa

telkomtelstra.co.id , Jakarta – Insiden kecelakaan beruntun yang melibatkan banyak kendaraan terjadi di ruas Tol Cipularang arah Jakarta. Peristiwa ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia serta sejumlah korban lainnya mengalami luka-luka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Jumat (6/3/2026), kecelakaan tersebut berlangsung pada Kamis (5/3) sekitar pukul 20.18 WIB di Km 93 Tol Cipularang. Berikut sejumlah fakta penting terkait peristiwa tersebut.

Dua Orang Meninggal Dunia

Kecelakaan yang melibatkan 10 kendaraan ini mengakibatkan dua orang kehilangan nyawa. Informasi tersebut disampaikan oleh Head of Marketing and Communication Department Jasa Marga Metropolitan Tollroad Regional Division, Panji Satriya.

Menurutnya, seluruh kendaraan yang terlibat mengalami dampak cukup parah sehingga sempat membuat seluruh jalur tidak bisa dilalui kendaraan lain.

Ia menjelaskan bahwa penanganan kecelakaan langsung dilakukan oleh petugas kepolisian bersama tim terkait di lokasi kejadian. Selain dua korban meninggal, empat orang lainnya dilaporkan mengalami luka berat.

Seluruh korban kemudian dievakuasi menuju Rumah Sakit Radjak Purwakarta guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Pihak pengelola jalan tol juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan atas gangguan lalu lintas yang terjadi selama proses evakuasi berlangsung.

Lalu Lintas Sempat Tersendat Hingga 3 Kilometer

Dampak kecelakaan beruntun ini membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi mengalami kepadatan cukup panjang. Kemacetan dilaporkan mencapai sekitar tiga kilometer.

Petugas call center Jasa Marga, Nugroho, menyebutkan kepadatan kendaraan terjadi dari Km 96 hingga Km 93. Kondisi tersebut disebabkan proses evakuasi kendaraan yang rusak di lokasi kejadian.

Meski begitu, pihak pengelola memastikan tidak ada penutupan total jalur di ruas tol tersebut. Arus kendaraan tetap dapat melintas meskipun dengan kecepatan yang lebih lambat.

Sekitar pukul 20.59 WIB, satu lajur mulai bisa digunakan oleh kendaraan. Kemudian pada pukul 21.43 WIB, dua lajur telah kembali dibuka sehingga arus lalu lintas mulai berangsur normal.

Sepuluh Kendaraan Terlibat dalam Tabrakan

Pihak kepolisian mengungkapkan ada sepuluh kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan beruntun tersebut. Sebagian besar kendaraan mengalami kerusakan serius akibat benturan keras.

Kepala Induk PJR Cipularang, Kompol Joko Prihantono, merinci kendaraan yang terlibat antara lain sebuah kontainer, pikap, truk, Toyota Rush, Daihatsu Sigra, tronton boks, Hiace, Toyota Raize, Mazda Biante, serta Toyota Agya.

Benturan beruntun menyebabkan sejumlah kendaraan mengalami kerusakan berat hingga bagian bodinya ringsek.

Korban Tewas Merupakan Sopir dan Kernet Pikap

Dari data sementara yang dihimpun petugas di lapangan, dua korban meninggal dunia diketahui merupakan pengemudi dan kernet mobil pikap.

Keduanya diduga berada di posisi yang paling terdampak ketika kecelakaan beruntun terjadi sehingga mengalami luka fatal. Sementara korban lain yang mengalami luka masih menjalani penanganan medis.

Dugaan Penyebab Kecelakaan: Rem Truk Tidak Berfungsi

Polisi menduga kecelakaan dipicu oleh truk kontainer yang mengalami masalah pada sistem pengereman. Dugaan awal menyebutkan truk tersebut mengalami rem blong.

Kasat Lantas Polres Purwakarta, AKP Enggar Jati Nugroho, menjelaskan bahwa gangguan pada rem membuat kendaraan berat tersebut tidak dapat dikendalikan.

Akibatnya, truk kontainer melaju tanpa kendali dan menghantam kendaraan yang berada di depannya hingga memicu tabrakan beruntun.

Kronologi Terjadinya Tabrakan Beruntun

Kompol Joko Prihantono menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika truk kontainer bernomor polisi B-9367-UEL melaju dari arah Bandung menuju Jakarta.

Truk tersebut melintas di lajur satu sebelum akhirnya tiba di lokasi kejadian yang saat itu sedang padat akibat adanya kendaraan dump truck yang mengalami gangguan di jalan.

Ketika pengemudi mencoba memperlambat kendaraan dengan melakukan pengereman, sistem rem diduga tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya truk tidak dapat berhenti dan menabrak mobil pikap yang berada di depannya.

Benturan tersebut kemudian memicu rangkaian tabrakan yang melibatkan kendaraan lain di sekitarnya.

Kesaksian Korban Selamat

Sejumlah pengemudi yang selamat dari kecelakaan tersebut menceritakan situasi saat kejadian berlangsung.

Salah satu korban selamat bernama Soleh Muslim mengatakan bahwa awalnya perjalanan berlangsung normal. Namun setelah memasuki ruas tol, kendaraan tiba-tiba terjebak kemacetan sehingga semua kendaraan berhenti.

Saat mobilnya berhenti, tiba-tiba terjadi benturan keras dari arah belakang. Ia mengaku mobil yang dikendarainya sempat terpental beberapa kali akibat kuatnya tabrakan.

Menurutnya, kendaraan yang ditumpanginya bahkan tertabrak hingga tiga kali dari belakang.

Korban selamat lainnya bernama Ryan juga menyebutkan bahwa kondisi lalu lintas memang sedang melambat sebelum kecelakaan terjadi. Tiba-tiba terdengar suara benturan keras berulang dari belakang hingga mobil yang dikendarainya ikut terdorong akibat tabrakan beruntun tersebut.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya memastikan kondisi kendaraan, terutama sistem pengereman pada kendaraan berat, agar selalu dalam kondisi baik demi menghindari kecelakaan fatal di jalan raya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *