Berita

Panglima TNI Sebut Status Siaga 1 Merupakan Prosedur Biasa di Lingkungan Militer

6
×

Panglima TNI Sebut Status Siaga 1 Merupakan Prosedur Biasa di Lingkungan Militer

Sebarkan artikel ini

Panglima TNI Agus Subiyanto menegaskan penetapan status Siaga 1 bagi prajurit TNI merupakan langkah rutin untuk menguji kesiapan personel dan perlengkapan militer.

Panglima TNI Agus Subiyanto
Panglima TNI Agus Subiyanto

telkomtelstra.co.idMedan  Panglima TNI Agus Subiyanto menjelaskan alasan penetapan status Siaga 1 bagi seluruh prajurit TNI melalui Surat Telegram Nomor TR/283/2026 yang diterbitkan pada 1 Maret 2026. Ia menegaskan bahwa istilah Siaga 1 merupakan terminologi yang lazim digunakan dalam dunia militer.

Menurutnya, penerapan status tersebut bukan hal yang luar biasa karena kerap diberlakukan dalam berbagai situasi, termasuk untuk kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Ia menyebutkan bahwa di setiap komando daerah militer telah disiapkan satu batalyon dari Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Alam yang berada dalam kondisi siaga.

Penjelasan tersebut disampaikan Agus kepada awak media setelah menghadiri acara peringatan Nuzulul Qur’an di Istana Negara pada Selasa (10/3/2026). Ia menambahkan bahwa langkah tersebut bertujuan untuk menguji kesiapan personel serta perlengkapan militer yang dimiliki.

Ketika ditanya apakah penetapan Siaga 1 berkaitan dengan meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, Agus memilih tidak memberikan tanggapan lebih lanjut. Ia kembali menegaskan bahwa status tersebut merupakan hal yang biasa dalam prosedur militer.

Agus juga menyinggung keberadaan sejumlah kendaraan taktis dan prajurit TNI yang sempat terlihat di area Monumen Nasional, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Menurutnya, kegiatan itu merupakan bagian dari simulasi untuk mengukur seberapa cepat pasukan dari berbagai wilayah dapat digerakkan menuju ibu kota apabila dibutuhkan.

Ia menjelaskan bahwa perhitungan waktu tempuh menuju Jakarta menjadi bagian dari evaluasi kesiapsiagaan. Dengan demikian, jika terjadi situasi darurat di ibu kota, pasukan dapat segera dikerahkan.

Saat ini, lanjut Agus, personel dan kendaraan taktis tersebut sudah mulai kembali ke satuan masing-masing. Proses pemulangan dilakukan secara bertahap dengan dukungan pihak kepolisian, terutama dalam rangka pengamanan perayaan Hari Raya Nyepi dan Idulfitri.

Ia juga menyampaikan bahwa status Siaga 1 tidak memiliki batas waktu tertentu karena sifatnya hanya untuk pengujian kesiapan. Setelah evaluasi selesai dilakukan, personel akan dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *