Berita

Pakar Sebut Trump Putus Asa Hadapi Iran

8
×

Pakar Sebut Trump Putus Asa Hadapi Iran

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Sejumlah analis menilai langkah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam konflik dengan Iran menunjukkan tanda-tanda keputusasaan di tengah eskalasi perang yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah.

Profesor ilmu politik dari University of Chicago, Robert Pape, menilai strategi militer Washington terhadap Iran tidak sepenuhnya mencapai tujuan yang diharapkan. Ia menyebut sejumlah langkah terbaru AS justru mencerminkan tekanan besar yang sedang dihadapi pemerintahan Trump.

Menurut Pape, tindakan militer yang agresif sering kali menjadi indikasi bahwa pemerintah AS tengah mencari cara cepat untuk mengubah situasi konflik yang tidak berjalan sesuai rencana.

Serangan ke Target Strategis Iran

Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan serangan udara besar terhadap Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran di Teluk Persia. Target serangan meliputi fasilitas militer seperti bunker rudal, gudang ranjau, hingga bandara militer.

Pulau Kharg sendiri merupakan titik vital bagi ekonomi Iran karena sekitar 90 persen ekspor minyak negara tersebut melewati pulau tersebut. Serangan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk melemahkan kemampuan militer Iran sekaligus menekan ekonomi negara itu.

Namun sejumlah analis menilai langkah tersebut belum tentu membawa kemenangan cepat bagi Washington.

Konflik Berpotensi Berkepanjangan

Beberapa pengamat keamanan menilai konflik AS–Iran berpotensi menjadi perang yang lebih panjang dari perkiraan awal. Hal ini karena Iran masih memiliki jaringan militer regional serta kemampuan untuk membalas serangan melalui sekutu di Timur Tengah.

Sementara itu, Trump tetap menyatakan optimistis bahwa konflik tersebut akan segera berakhir. Ia bahkan mengklaim Amerika Serikat berada “jauh di depan jadwal” dalam operasi militernya melawan Iran.

Meski demikian, sejumlah pakar menilai pernyataan tersebut juga bisa mencerminkan tekanan politik yang dihadapi pemerintah AS untuk segera mengakhiri konflik.

Ketegangan Global Ikut Meningkat

Konflik antara Amerika Serikat dan Iran juga memicu kekhawatiran global, terutama terkait stabilitas kawasan Teluk Persia dan jalur perdagangan energi dunia.

Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama pengiriman minyak global, menjadi titik rawan karena Iran sebelumnya mengancam akan menutup jalur tersebut jika serangan militer terus berlanjut.

Jika ketegangan meningkat, dampaknya dapat terasa pada harga minyak dunia, keamanan energi, serta stabilitas geopolitik internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *