telkomtelstra.co.id, Medan – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah muncul laporan mengenai serangan terhadap fasilitas penting di wilayah Iran. Pemerintah Iran menuduh militer Amerika Serikat menyerang sebuah pabrik desalinasi yang berada di Pulau Qeshm.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa fasilitas tersebut merupakan instalasi yang digunakan untuk mengolah air laut menjadi air bersih bagi masyarakat. Serangan terhadap infrastruktur tersebut disebutnya sebagai tindakan yang sangat serius.
Menurut Araghchi, serangan itu berdampak pada terganggunya pasokan air bersih bagi sejumlah desa di wilayah Iran. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai langkah yang berbahaya dan dapat memicu konsekuensi besar.
Ia juga menegaskan bahwa serangan terhadap infrastruktur sipil merupakan preseden yang menurutnya dipicu oleh pihak Amerika Serikat, bukan oleh Iran.
Iran Lakukan Serangan Balasan
Tidak lama setelah insiden tersebut, Iran dilaporkan melakukan serangan balasan dengan menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di Bahrain. Pangkalan yang menjadi sasaran disebut berada di kawasan Juffair.
Serangan tersebut diklaim dilakukan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menggunakan rudal berbahan bakar padat dan cair.
Sementara itu, pemerintah Bahrain melalui Kementerian Dalam Negeri mengonfirmasi bahwa sirene peringatan serangan udara sempat berbunyi di wilayah tersebut. Otoritas setempat juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta segera mencari tempat perlindungan demi keselamatan.
Insiden ini semakin menambah ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, yang dalam beberapa waktu terakhir memang berada dalam situasi yang sensitif akibat berbagai konflik dan eskalasi militer di kawasan tersebut.











